Home ARTIKEL Membaca dan Menganalisis Berbagai Karya Sastra – Membaca dan Menganalisis Hikayat

Membaca dan Menganalisis Berbagai Karya Sastra – Membaca dan Menganalisis Hikayat

Membaca dan Menganalisis Berbagai Karya Sastra – Membaca dan Menganalisis Hikayat

Tujuan Pembelajaran

Pada subbab ini, Anda
akan mengaplikasikan
komponen kesastraan
teks naratif (pelaku dan
perwatakan, plot dan
konflik, latar, tema) untuk
menelaah karya sastra
naratif (cerpen, novel,
hikayat).

Setelah mempelajari
subbab ini, Anda
diharapkan dapat
menjelaskan pelaku
dan perwatakan, plot
dan konflik, latar, tema
dalam karya sastra naratif
(cerpen, novel, hikayat).

Bab 5 Perjuangan

Sebuah peluru yang menerjang bahu kiri Amir telah
membuat pemuda pejuang kemerdekaan itu luka
parah. Bukan tidak mungkin ia akan gugur jika
temannya, Busrodin, tidak segera menolongnya.
Saat itu Amir melihat sebuah kalung tergantung pada
leher temannya itu. “Sementara Busrodin membalut
luka Amir, mainan kalung itu berayun-ayun di atas
wajah Amir (hlm. 7). Apa yang dilakukan Busrodin
ternyata harus dibayar mahal. Ia terkena peluru
musuh hingga menyebabkan gugur. Amir sendiri
kemudian pingsan setelah sebelumnya mengambil
kalung milik temannya itu yang tergeletak di tanah.
Rupanya peluru musuh ikut memutuskan rantai
kalung itu.

Itulah awal misteri yang dihadapi Amir. Hal itu
terjadi justru setelah hampirseperempat abad
lamanya sejak peristiwa gugurnya Busrodin berlalu.
Kini Amir yang telah menjadi salah seorang
pejabat penting di Departemen pendidikan dan
Kebudayaan memakai kalung itu lagii. Kalung yang
konon berasal dari seorang serdadu Guekha yang
terbunuh di Surabaya itu ikut terbawa Amir yang
mendapat tugas menghadiri Konferensi Kebudayaan
Internasional di Taiwan.

Di Taipeh, secara kebetulan John Fletcher, seorang
Amerika, sahabatnya sewaktu di Jakarta, mengetahui
kehadiran Amir di sana. Pertemuan Amir dengan
antropolog Amerika itu ternyata mengangkat
kembali persoalan kalung yang penuh misteri
itu. John yang tanpa sengaja melihat kalung itu
tersembul dari sela kemeja sahabatnya tertarik untuk
mengetahui lebih jauh asal-usulnya. John kemudian
memperlihatkan buku The African Voodo yang di
dalamnya tertera keterangan mengenai kalung itu.
Menurut keterangan buku tersebut, kalung itu dibuat
oleh seorang dukun Afrika sekitar tiga abad yang
lalu. Semula benda itu dimaksudkan untuk mengutuk
suatu keluarga secara turun-temurun. Belakangan,
kemudian dijadikan semacam jimat yang dapat
mendatangkan malapetaka pada siklus waktu setiap
dua puluh empat tahun sekali. Demikianlah hasil
penelitian John Fletcher selanjutnya

Oleh karena benda itu dapat mendatangkan
malapetaka, John berkeras untuk memilikinya. Ia

Siklus

akan menyimpannya di museum pribadinya di Blair.
Maka, diajukanlah tawaran untuk membeli kalung itu
seharga 500 dolar. Amir pada waktu itu belum dapat
memutuskan, mengingat benda itu sebagai kenang-
kenangan dari sahabatnya, Busrodin, ia ingat, betapa
teman seperjuangannya itu gugur karena berusaha
menyelamatkan nyawanya.

Kalung mainan yang berukiran topeng itu akhirnya
dijual juga. Amir menerima 750 dolar. Dengan
gembira John membawa kalung itu ke rumahnya. Ia
yang menulis buku tentang misteri kalung tersebut
terus melakukan penelitian terhadap rahasia yang
terkandung di dalamnya. Dalam rangka itu pula, guru
besar antropologi itu bermaksud mengumpulkan data
mengenai kalung itu ke Brazzaville.

Dalam pada itu John sendiri rupanya punya masalah
dengan istrinya, Susan. Perbedaan usia suami-istri
yang terlalu jauh – Susan lebih muda dua puluh tahun
–, perhatian John yang hampir sepenuhnya untuk
kepentingan profesinya serta kurangnya perhatian
Susan pada pekerjaan suaminya, telah menciptakan
keretakan dalam hubungan suami-istri itu. Di samping
itu, skandal gelapnya dengan Ching, salah seorang
yang berpengaruh di Taiwan, makin menyulut
keretakan itu. Susan bermaksud menceraikan John
untuk kemudian menikah dengan konglomerat Taiwan
itu. Sungguhpun pada akhirnya Susan meninggalkan
Ching yang ternyata diketahui sudah beristri.

John bukan tidak menyadari permasalahannya dengan
Susan. Bagaimanapun ia berharap istrinya dapat
memahami dan sedikit menaruh perhatian pada
profesinya sebagai antropolog. Maka, wajarlah jika
ilmuwan itu merasa begitu gembira ketika pada suatu
saat, ia melihat kalung yang berukiran topeng hantu
itu dalam keadaan tertelungkup. Menurut dugaannya.
Susan telah melihat kalung yang sedang ditelitinya
itu dan kemudian menyimpannya kembali dalam
keadaan tertelungkup. Padahal, sebelumnya John
meletakkannya dalam keadaan sebaliknya.

Segera John mengambil kalung itu, mencari istrinya
dan bermaksud menceritakan ihwal misteri yang
terkandung di dalamnya. Dengan bergegas, ilmuwan
yang juga kolektor benda-benda aneh itu segera

menemui Susan yang kebetulan berada di lantai atas.
Akan tetapi, saat berada di tangga teratas, ia terpeleset,
tergelincir, dan tubuhnya terguling, meluncur ke
bawah. Tubuhnya tergeletak di lantai dengan jari
tangannya terlihat masih memegang kalung itu.
Ternyata kecelakaan itu telah membawa John pada
akhir hayatnya. Kalung yang penuh misteri itu tampak
“menengadah, memancarkan kebengisan, pandangan
balas dendam. Wajah topeng hantu itu juga seperti
wajah John Fletcher yang tergeletak di sana” (hlm.
142)

Amir yang mendengar kematian John, segera
melayat, menyatakan turut belasungkawa kepada
istri almarhum. Amir mendengar cerita Susan bahwa
sesaat sebelum meninggal wajah John mirip dengan
kalung topeng itu. Amir ingat bahwa itu sebenarnya

tulisannya sendiri yang mencatat hari, tanggal,
dan bulan kematian sahabatnya, Busrodin, yaitu
hari Kamis, 16 Juli, dua puluh empat tahun yang
lalu. Ternyata kematian John Fletcher pun sama
persis dengan hari, tanggal, dan bulan gugurnya
Busrodin.

Dengan penyesalan mendalam, Amir berpamitan,
meninggalkan Susan yang kini menjanda bersama
kalung yang penuh misteri. Betapa pun Susan
berusaha memberikan kalung itu lagi kepadanya,
Amir tetap tak mau menerimanya karena John
sudah berniat untuk menyimpannya di museumnya
di Blair, Nebraska.

Sumber: Ringkasan dan Ulasan
Novel Indonesia Modern

Telaah/analisislah pelaku dan perwatakan, plot dan
konflik, latar, tema novel “Kemayoran” di atas! Tulis
dalam format seperti berikut ini.

Komponen yang di

Hasil Analisis

Pelaku dan Perwatakan
Plot dan Konflik
Latar
Tema

4. Bandingkan hasil penganalisisan hikayat
dan cerpen yang Anda baca itu dengan novel
“Kemayoran” di atas!
5. Bagaimana kesan Anda setelah membaca
ketiga karya sastra tersebut (hikayat dan cerpen
yang Anda baca serta novel “Kemayoran”?

Review (Rangkuman)

1. Hikayat adalah sastra lama yang ditulis dalam
bahasa Melayu. Sebagian besar kandungan
ceritanya berkisar tentang kehidupan istana,
dan menonjolkan unsur rekaan merupakan ciri.
Meskipun merupakan karya sastra lama, hikayat

mempunyai relevansi dengan kehidupan sekarang,
karena tema yang diangkat dalam hikayat menyangkut
kepercayaan, pendidikan, agama, pandangan hidup,
adat-istiadat, percintaan, dan sosial.
2. Ekspresi karakter para pelaku dialog drama sangat
menentukan keberhasilan pementasan drama.

91

Bab 5 Perjuangan

3. Jenis kalimat ditinjau dari berbagai sudut
pandang, yaitu berdasarkan intonasinya, kelas
predikatnya, jumlah fungtornya, klausanya,
letak subjek dan predikat, jumlah konturnya,
perubahan/transformasinya, jabatan fungtor dan

kelas kata, menentukan jenis kalimat berdasarkan
hubungan antarklausa, dan menentukan jenis kalimat
majemuk.
4. Komponen kesastraan teks naratif meliputi pelaku,
perwatakan, plot, konflik, latar, dan tema.

Refleksi Bagi Peserta Didik

Pada bab ini Anda belajar menganalisis kesesuaian
penokohan, dalog, dan latar dalam pementasan drama,
mendeskripsikan relevansi hikayat dengan kehidupan
sekarang, menulis naskah drama berdasarkan cerpen
yang sudah dibaca, memerankan tokoh drama, kalimat
dari berbagai sudut pandang, dan menganalisis berbagai
karya sastra yang dibaca.

Apakah Anda sudah mampu menganalisis kesesuaian
penokohan, dalog, dan latar dalam pementasan drama?
Apakah Anda sudah mampu mendeskripsikan relevansi
hikayat dengan kehidupan sekarang? Apakah Anda sudah
mampu menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang
sudah dibaca? Apakah Anda sudah mampu memerankan
tokoh drama? Apakah Anda sudah mampu kalimat dari
berbagai sudut pandang? Apakah Anda sudah mampu
menganalisis berbagai karya sastra yang dibaca?

Articles Membaca dan Menganalisis Berbagai Karya Sastra – Membaca dan Menganalisis Hikayat Membaca dan Menganalisis Berbagai Karya Sastra – Membaca dan Menganalisis Hikayat Tujuan Pembelajaran Pada subbab ini, Rating: 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Current day month ye@r *